Aakah Anda tahu bahwa ASI juga berpengaruh terhadap status gizi bayi? Status gizi adalah kondisi fisiologis yang menunjukkan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi. Status gizi bayi dapat dinilai dengan menggunakan indikator antropometri, yaitu pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas.

 

Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang cara memberikan ASI eksklusif, hubungan ASI eksklusif dengan status gizi bayi, cakupan ASI eksklusif di Indonesia, serta beberapa pertanyaan umum dan kesimpulan terkait topik ini. Kami berharap artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda.

 

Bagaimana Cara Memberikan ASI Eksklusif?

Menurut WHO, ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lain, termasuk air, selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Setelah itu, bayi dapat diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka, sambil tetap menyusui hingga usia dua tahun atau lebih.

 

Untuk memberikan ASI eksklusif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Memberikan ASI dalam satu jam pertama setelah bayi lahir. Hal ini disebut sebagai inisiasi menyusui dini (IMD), yang dapat meningkatkan produksi ASI, mengurangi perdarahan pada ibu, dan mempererat ikatan antara ibu dan bayi1.
  • Memberikan ASI sesuai dengan permintaan bayi, tanpa membatasi frekuensi atau durasi. Hal ini disebut sebagai menyusui on demand, yang dapat menjaga ketersediaan dan kualitas ASI.
  • Memberikan ASI dari kedua payudara secara bergantian, sampai payudara terasa kosong. Hal ini dapat memastikan bahwa bayi mendapatkan ASI foremilk yang lebih encer dan mengandung karbohidrat, serta ASI hindmilk yang lebih kental dan mengandung lemak.
  • Menghindari penggunaan dot, botol susu, atau empeng, yang dapat menyebabkan kebingungan puting. Hal ini dapat mengganggu teknik menyusui dan mengurangi stimulasi payudara.
  • Menjaga kebersihan payudara dan tangan sebelum dan sesudah menyusui. Hal ini dapat mencegah infeksi pada payudara atau mulut bayi.

 

Apa Hubungan ASI Eksklusif dengan Status Gizi Bayi?

Pemberian ASI eksklusif memiliki banyak manfaat bagi status gizi bayi. Berikut adalah beberapa manfaatnya:

 

Bagaimana Cakupan ASI Eksklusif di Indonesia?

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, cakupan ASI eksklusif di Indonesia sebesar 64,7%. Artinya, hanya sekitar dua pertiga dari 2,3 juta bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapatkan ASI saja tanpa tambahan apapun6. Angka ini meningkat 10% dari angka tahun 2013 yang sebesar 54,7%.

 

Namun, angka ini masih jauh dari target WHO yaitu sebesar 90%. Ada beberapa faktor yang menyebabkan cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, antara lain:

  • Kurangnya pengetahuan dan kesadaran ibu tentang manfaat dan cara menyusui yang benar.
  • Kurangnya dukungan dari keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan terhadap ibu menyusui.
  • Kurangnya fasilitas dan waktu yang memadai bagi ibu bekerja untuk menyusui atau memerah ASI di tempat kerja.
  • Adanya promosi dan pemberian susu formula yang tidak sesuai dengan aturan.

 

Pertanyaan Umum

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan terkait dengan asi eksklusif dan status gizi:

  • Apakah ibu hamil atau menyusui perlu mengonsumsi suplemen atau vitamin tambahan?

Jawaban: Ibu hamil atau menyusui perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mencukupi kebutuhan nutrisi mereka dan bayinya. Namun, ada beberapa zat gizi yang mungkin perlu ditambahkan melalui suplemen atau vitamin, seperti asam folat, zat besi, kalsium, vitamin D, dan yodium. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan sebelum mengonsumsi suplemen atau vitamin tambahan.

  • Apakah ibu menyusui boleh minum kopi atau alkohol?

Jawaban: Ibu menyusui boleh minum kopi atau alkohol dengan catatan jumlahnya terbatas dan tidak berlebihan. Kafein dan alkohol dapat masuk ke dalam ASI dan mempengaruhi bayi. Kafein dapat menyebabkan bayi gelisah, sulit tidur, atau iritabel. Alkohol dapat menyebabkan bayi mengantuk, lemah, atau mengalami gangguan pertumbuhan. Sebaiknya hindari minum kopi atau alkohol sebelum menyusui atau tunggu beberapa jam setelahnya.

  • Apakah ibu menyusui boleh diet untuk menurunkan berat badan?

Jawaban: Ibu menyusui boleh diet untuk menurunkan berat badan asalkan diet tersebut tidak terlalu ketat atau mengurangi asupan kalori secara drastis. Diet yang terlalu ketat dapat mengganggu produksi ASI dan status gizi ibu. Sebaiknya lakukan diet secara bertahap dan seimbang dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rendah lemak serta gula. Jangan lupa untuk minum air putih yang cukup dan berolahraga secara teratur.

 

Kesimpulan

ASI eksklusif adalah makanan terbaik untuk bayi. ASI eksklusif memiliki banyak manfaat bagi status gizi bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah dan perlu ditingkatkan. Untuk itu, diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk memberikan dukungan yang lebih besar kepada ibu menyusui. Dengan demikian, kita bisa menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.

 

Demikian artikel yang kami buat tentang asi eksklusif dan status gizi. Kami harap artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Kami akan senang mendengar pendapat Anda.